Pengertian
Trunking protocol – adalah komunikasi yang di rancang untuk membawa banyak sinyal secara bersamaan dengan tujuan untuk menyediakan akses jaringan antara dua titik. Jika mengacu pada istilah komunikasi, trunking atau trunk adalah sebuah konsep di mana sistem komunikasi mampu menyediakan akses jaringan untuk banyak klien dengan saling berbagi satu set garis (aturan) atau frekuensi, artinya tidak di berikan secara individual.

Dari dua pengertian di atas, untuk kemudian di hubungkan dengan konsep jaringan komputer, trunk dapat di simpulkan sebagai sebuah konsep pembagian akses antar jaringan. Pembagian akses ini memanfaatkan berbagai perangkat jaringan, yaitu switch dan dengan set peraturan yang telah di tetapkan.
Peraturan ini menetapkan bahwa tidak sembarang komponen dapat melakukan pengaksesan kepada komponen lain dalam jaringan lain. Jika melihat kasus real atau nyata, konsep trunk ini, dalam jaringan komputer di lakukan pada perangkat switch. Switch di pilih karena kemampuannya yang dapat membaca dan menetapkan alamat IP mana saja yang telah di berikan izin untuk mengakses komputer lain dalam jaringan lain.
Contoh penerapan konsep trunk
Apabila sebuah port yang terdapat pada switch di set ke dalam switchport mode access, yang terjadi adalah port itu hanya dapat di lewati oleh satu VLAN, yaitu VLAN yang telah assign ke port tersebut. Hal ini karena tidak memungkinkan satu port dengan mode access melakukan assign kepada lebih dari satu VLAN. Lalu apabila jumlah port pada sebuah switch sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan jumlah PC atau Komputer, maka solusinya hanya satu, yaitu menambah switch baru agar jumlah port juga bertambah.
Pertanyaannya, bagaimana jika switch-switch yang akan di hubungkan terdiri lebih dari satu VLAN untuk masing-masing switch? Sementara di sisi lain, dengan menggunakan port mode access hanya memungkinkan untuk membawa satu VLAN saja? Maka konsep atau metode trunk adalah jawaban dan solusi yang di gunakan untuk mengatasi hal tersebut.
Fungsi dari trunk
adalah untuk menjadi penghubung antara dua switch yang telah terkonfigurasi VLAN. Trunk dapat ibaratkan sebagai batang pohon yang berfungsi menghubungkan ranting-ranting pada pohon. Sementara ranting-ranting tersebut adalah VLAN pada konsep trunk ini. Selain menjadi penghubung, fungsi lain dari trunk adalah untuk membatasi akses antar jaringan, sehingga tidak sembarang komponen dapat melakukan pengaksesan terhadap komponen lain di dalam jaringan lain.
VTP (VLAN Trunking Protocol)
VTP (VLAN Trunking Protocol) sederhananya adalah protokol yang bertugas menyebarkan konfigurasi VLAN melalui port trunk. Jadi ada switch yang di jadikan server dan client. Switch-switch yang bertindak sebagai VTP client akan menerima konfigurasi sama persis seperti yang ada pada VTP Server. Sehingga administrator jaringan tidak perlu melakukan konfigurasi VLAN secara berulang-ulang di setiap switch.

Mode-Mode VTP
VTP Server
Pad mode ini, switch dapat melakukan manajemen VLAN seperti menambah, me-rename, atau menghapus VLAN.
Membuat VTP Advertisements dan menyebarkannya ke semua port trunk yang aktif setiap 5 menit sekali.
VTP Adversitements meliputi:
- VTP Domain
- VLAN Number
- VLAN Name
- VTP Verson
- VTP Revision Number
- VTP Password
dll
VTP Server juga akan bertindak sebagai VTP Client untuk tujuan redundansi(duplikasi data dalam beberapa file data sehingga data yang sama di simpan di dalam lebih dari 1 lokasi).
Switch akan menolak advertisements yang berasal dari VTP Domain yang berbeda.
VTP Client
Tidak dapat melakukan modifikasi atau manajemen VLAN.
Bertugas menerima, memproses dan mem- forward VTP Advertisements.
VTP Transparent
Switch independen, yang dapat melakukan modifikasi atau manajemen VLAN lokal.
Hanya mem-forward VTP Advertisement tanpa melakukan proses.
Ketentuan VTP
Setidaknya harus ada 1 VTP Server.
Link-link di antara switch harus menjadi Trunk.
Trunk Link harus memiliki enkapsulasi yang sama.
VTP Domain dan VTP Password harus sama pada setiap switch.
VTP Version tidak harus sama.