Pengertian

Apa itu telnet? Telnet atau Telecommunications Network Protocol yang bekerja pada layer 7 OSI (Application) merupakan salah satu jenis aplikasi remote generasi awal. Fungsi utama telnet adalah melakukan remote akses ke komputer server menggunakan perintah-perintah berbasis teks selama terkoneksi dengan jaringan. Untuk menjalankan fungsi telnet, ada dua syarat utama yang harus disediakan, yaitu aplikasi telnet di sisi server dan sisi klien.

Kelebihan Telnet

Kelebihannya sudah pasti kita dapat melakukan remote login sehingga kita bisa mengoperasikan komputer lain dari jarak yang jauh sekalipun, jadi seolah – olah kita memberikan perintah atau mengeksekusi pada command line di komputer tersebut (komputer yang di remote). Ada kelebihan pasti juga ada kekurangan, berikut adalah kekurangan yang dimiliki Telnet

Kekurangan Telnet

Kekurangan dari Telnet adalah pada tingkat keamanan data nya yang kurang baik yang memungkinkan pengguna NTLM authentication tanpa adanya enkripsi sehingga dapat memudahkan sniffers melakukan pembobolan password.

KONFIGURASI TELNET

  1. Mount DVD-1 Debian 9.4

    panggil DVD-1 ISO Debian 9.4 yang telah di download pada web ini dengan cara :
    device – optical drives – choose a disk file – dvd 1 dan ketikkan perintah # apt-cdrom adddvd 1 ftp

    telnet

  2. Memeriksa Cache Telnet

    Kemudian periksa apakah dalam server sudah pernah terintal telnet, dengan cara # apt-cache search telnetd

  3. Memeriksa cara kedua

    Untuk lebih memastikan dapat menggunakan perintah # dpkg -l telnet

    nah kebetulan, folderku sudah menginstalnya terlebih dahulu maka tampilannya keluar seperti gambar dibawah ini, jika belum kalian bisa lanjut kelangkah 4

  4. Menambah repository

    Jika kalian belum pernah menginstal, maka kita harus menambahkan link pada repository debian untuk mendownload telnet. untuk membuka repository ketikkan # nano /etc/apt/sources.list

    lalu tambahkan 2 link berikut pada repository :
    deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ stretch main contrib non-free

    deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ stretch-updates main contrib non-free
    kemudian simpan menggunakan ctrl+w, enter dan exit ctrl+x

    lihat pada gambar :

  5. Update Debian

    setelah menambahkan link tersebut, lanjut dengan melakukan update debian menggunakan perintah #apt-get update
    pastikan internet sudah berjalan dengan baik, dapat dicek menggunakan ping

  6. Install telnet

    setelah update selesai, lanjut kita menginstall paket dengan # apt-get install telnetd dan dilanjut dengan menekan tombol Y

  7. Atur IP Address

    Pastikan IP pada debian telah di set pada bagian # nano /etc/network/interfaces sebagai berikut :

    auto enp0s3
    iface enp0s3 inet static
    IP Address : 192.168.100.1
    Netmask : 255.255.255.0

    jangan lupa restart ip menggunakan # /etc/init.d/networking restart
    telnet

  8. Ubah Hostname

    hostname adalah nama server ketika login, kita dapat mengubahnya dengan perintah # nano /etc/hostname
    telnet

  9. Ubah Host

    Host adalah nama ketika sebuah jaringan terhubung ke server, biasanya dapat kita lihat melalui status internet atau dari ipconfig
    ketikkan perintah # nano /etc/hosts
    ganti pada bagian debian dan ganti ip disebelahnya menjadi ip server seperti pada gambar :

  10. Unmount DVD-1

    sebelum ketahap berikutnya, keluarkan dvd1 terlebih dahulu pada bagian device-optical drives dan uncheck dvd

  11. Reboot

    setelah install telnet, hostname dan host serta IP telah di atur, lakukan reboot pada server dengan perintah # reboot

  12. Atur jaringan Virtual Box

    beralih ke virtual box, kita atur network pada server, klik kanan server setting – network, ubah NAT menjadi Host Only Adapter agar server terhubung ke komputer Host yaitu komputer kita saat ini

    telnet

  13. Atur IP Client

    buka control panel – network and sharing center – adapter setting – virtualbox host only adapater – properties
    aturlah ip static sebagai berikut

    ip : 192.168.100.2
    netmask : 255.255.255.0
    telnet

  14. Lakukan Ping test

    lakukan ping test dari server ke client dan sebaliknya
    buka CMD dari client dan ketikkan ping 192.168.100.1
    dan sebaliknya, ketik pada terminal linux dari server ketik perintah ping 192.168.100.2
    telnet


    untuk membatalkan tekan tombol ctrl+c pada server

  15. Instal Putty

    untuk menggunakannya, kita perlu sebuah aplikasi remote yaitu Putty, dapat di download pada web ini, silahkan install terlebih dahulu dengan menekan tombol next saja.

  16. jalankan putty

    jalankan putty dan masukkan ip server yang mau kita remote dan pilih pada opsi telnet pastikan portnya adalah 23 kemudian open akan muncul prompt dan lanjut klik yes
    telnet

    telnet

Tinggalkan Komentar