Konfigurasi Database PHPMyAdmin di Windows

Konfigurasi Database PHPMyAdmin di Windows – untuk membuat dan mengkonfigurasikan database, seorang administrator jaringan bisa menggunakan aplikasi PHPMyAdmin. PHPMyAdmin adalah sebuah software database untuk memudahkan memanagement tabel data.

adapun cara melakukan konfigurasi database menggunakan PHPMyAdmin bisa menggunakan sistem operasi windows dan sistem operasi debian.

kali ini folderku akan memberikan materi bagaimana Konfigurasi Database PHPMyAdmin di Windows menggunakan aplikasi XAMPP

berikut ini langkah-langkahnya :

Langkah Konfigurasi Database PHPMyAdmin di Windows

  1. Download XAMPP

    sebelum melakukan konfigurasi database, ada baiknya kita mempersiapkan aplikasi pendukungnya yaitu xampp. dalam aplikasi XAMPP terdapat berbagai macam module diantaranya web server apache, database MySQL dan MySQLi, Filezilla, mercury dan Tomcat. kita membutuhkan XAMPP untuk database bertipe MySQL dan PHPMyAdmin
    kamu dapat mendownload xampp melalui web resminya pada link download berikut. setelah mendownload kamu dapat langsung menginstall seperti biasanya.
    Konfigurasi Database PHPMyAdmin di Windows

  2. Lokasi instalasi

    pada umumnya lokasi instalasi xampp dapat terletak pada direktori C:\\XAMPP

  3. Mengaktifkan Web Server Apache dan Database MySQL

    setelah XAMPP sudah selesai terinstall, kita perlu mengaktifkan module xampp. bukalah aplikasi XAMPP pada komputermu. seperti dijelaskan sebelumnya XAMPP memiliki banyak module, namun biasanya untuk melakukan dan pembuatan website serta database, kita hanya perlu mengaktifkan 2 module saja yaitu Apache dan MySQL

    untuk mengaktifkan module tersebut, kamu hanya perlu mengklik tombol start pada module apache dan MySQL seperti pada gambar


    jika saat mengaktifkan module muncul pesan peringatan dari sistem operasi windows bahwasanya xampp memerlukan akses melwati firewall, maka kita perlu memberikan izin akses aplikasi tersebut, klik allow access seperti pada gambar berikut ini



    pastikan status xampp kamu berwarna hijau yang artinya xampp berjalan dengan baik.

  4. Akses Web Server dan PHPMyAdmin

    setelah module aktif, maka langkah berikutnya adalah mengakses laman PHPMyAdmin, ada dua cara yaitu mengetik localhost pada browser dan memilih menu PHPMyAdmin, atau dengan cara langsung mengakses laman PHPMyadmin dengan mengetikkan localhost/phpmyadmin

    kami menggunakan browser google chrome. perhatikan gambar berikut

    cara pertama
    akses melalui localhost dan menu PHPMyAdmin


    cara kedua
    mengakses melalui link localhost/phpmyadmin


    pada halaman inilah kamu dapat membuat, menghapus, mengedit serta mengkonfigurasikan database

  5. Buat Database melalui PHPMyAdmin

    sudah memasuki bagian inti dari database, pada menu phpmyadmin kita dapat menambahkan database baru, caranya cukup mengklik pada menu sebelah kiri, terdapat menu new/baru. klik pada tombol tersebut seerti pada gambar.

  6. Masukkan nama database

    kemudian akan tampil field untuk mengisi database baru, isilah nama database baru kamu. kami menggunakan nama database “latihan_db” . usahakan membuat nama database dengan singkat dan menggunakan huruf kecil
    kemudian klik tombol create



    nama database yang baru akan tampil pada menu sebelah kiri phpmyadmin

  7. Membuat tabel database

    setelah nama database, langkah berikutnya membuat tabel database yaitu tabel yang berisikan data atau field yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. kami akan membuat sebuah tabel dengan nama users

    pada tabel users akan ada beberapa field yaitu id, nama, dan email, dan password yang artinya kita membutuhkan 4 buah kolom untuk field tersebut.
    field dapat kita tambahkan secara manual
    lihat pada gambar berikut ini

    membuat tabel users

  8. memasukkan nama field dan tipe data

    pada bagian ini, kamu harus memasukkan field dan tipe data yang telah kita rencanakan yaitu

    id tipe data integer serta auto increment
    nama tipe data varchar
    email tipe data varchar
    password tipe data varchar

    auto increment berfungsi jika ada adata yang baru masuk, maka nomor id akan bertambah secara automatis
    perhatikan gambar berikut

  9. input data pada field yang tersedia

    untuk menambahkan user pada field, kita perlu mengklik tombol insert/tambahkan.
    kemudian kami akan menginput data pada field sebagai contoh database yang tersimpan.
    ada 2 buah users yang akan kami buat yaitu andi dan budi dengan detail sebagai berikut

    user andi
    id : 1
    nama : andi
    email : andi@gmail.com
    password : 1234

    user budi
    id : 2
    nama : budi
    email : budi@gmail.com
    password : 4321

    perhatikan gambar berikut

    untuk menambahkan user pada field, kita perlu mengklik tombol insert/tambahkan.
    kemudian kami akan menginput data pada field sebagai contoh database yang tersimpan.
    ada 2 buah users yang akan kami buat yaitu andi dan budi dengan detail sebagai berikut

    user andi
    id : 1
    nama : andi
    email : andi@gmail.com
    password : 1234

    user budi
    id : 2
    nama : budi
    email : budi@gmail.com
    password : 4321

    perhatikan gambar berikut


  10. Masukkan project website

  11. Mengubah user pemilik database

    agar nantinya database dapat terkoneksi dengan website yang kita buat, maka kita perlu membuat nama pemilik database terlebih dahulu. kita perlu memilih pada bagian hak akses dan tambahkan user account yang baru

    disini kami membuat nama user pemilik database adalah folderku dengan password 1234
    perhatikan gambar


  12. Masukkan Project Website di localhost

    kemudian beralih ke direktori pada komputer kamu. buatlah sebuah direktori/folder kosong dengan nama websaya di C:\\xampp\htdocs


    didalamnya buatlah 2 buah file yaitu koneksi.php dan index.php

  13. edit koneksi.php

    kemudian pada koneksi.php buatlah perintah berikut

    <?php
    $servername = “localhost”;
    $database = “latihan_db”;
    $username = “folderku”;
    $password = “1234”;
     
    // untuk tulisan bercetak tebal silakan sesuaikan dengan detail database Anda
    // membuat koneksi
    $conn = mysqli_connect($servername, $username, $password, $database);
    // mengecek koneksi
    if (!$conn) {
        die(“Koneksi gagal: ” . mysqli_connect_error());
    }


    ?>

    kemudian simpan

  14. edit index.php

    pada bagian index.php buatlah perintah berikut

    <!DOCTYPE html>
    <html lang=”en”>
    <head>
        <meta charset=”UTF-8″>
        <meta name=”viewport” content=”width=device-width, initial-scale=1.0″>
        <title>Document</title>
    </head>
    <body>
    <h3><center>DATA TABEL</center></h3>

    <table border=”1″>
        <tr>
            <th>No</th>
            <th>Nama</th>
            <th>Email</th>
            <th>Password</th>
        </tr>

    <?php
    include “koneksi.php”;

    $no=1;
    $ambildata = mysqli_query($conn,”select * from users”);
    while ($tampil = mysqli_fetch_array($ambildata)){
        echo “
        <tr>
            <td>$no</td>
            <td>$tampil[nama]</td>
            <td>$tampil[email]</td>
            <td>$tampil[pass]</td>

        </tr>
        “;

        $no++;
    }

    ?>

    </table>

    </body>
    </html>

  15. uji koneksi

    buka halaman localhost/websaya pada browser maka akan tampil seperti berikut ini

Tinggalkan Komentar